Bab 5 dari 6
Kenapa satu kanji banyak bacaan
Aturan kasarnya begini: kanji yang berdiri sendiri atau diikuti akhiran hiragana biasanya memakai bacaan Jepang asli (kun'yomi) — 食べる taberu, 山 yama. Kanji yang bergandengan dengan kanji lain dalam satu kata biasanya memakai bacaan serapan Tionghoa (on'yomi) — 食堂 shokudou, 火山 kazan. Aturan ini sering benar dan cukup sering salah, jadi pakailah sebagai dugaan awal, bukan kepastian.
Ada juga kata yang bacaannya tidak bisa ditebak sama sekali dari kanjinya. 一日 bisa dibaca "ichinichi" (satu hari) atau "tsuitachi" (tanggal satu) — dua kata berbeda yang kebetulan ditulis sama persis. Yang menentukan bukan aksaranya, melainkan kata dan konteksnya.
Inilah alasan sebuah keputusan kecil di situs ini: pada halaman kata Jepang, tombol suara untuk satu kanji sendirian sengaja dibuat redup dan mati. Kanji tunggal tidak punya satu bacaan yang benar, dan membunyikan salah satunya secara acak sama dengan mengajarkan bacaan yang salah. Tombol kata utuh selalu hidup — karena di situlah bacaannya pasti.
Kabar baiknya: kosakata di sini menyimpan bacaan yang benar untuk setiap kata, dan suaranya mengikuti bacaan itu, bukan tebakan mesin. Percayai kata, bukan aksara.