← panduan

Bab 4 dari 6

Baru kanji

Kanji dipinjam dari tulisan Tiongkok lebih dari seribu tahun lalu. Bentuknya sebagian besar sama dengan hanzi, tapi cara membacanya mengikuti bahasa Jepang — dan di sinilah letak perbedaan terbesarnya: satu kanji hampir selalu punya lebih dari satu bacaan.

Ketika dipinjam, tiap kanji membawa bunyi Tionghoanya (disebut on'yomi), lalu ditempelkan juga pada kata asli Jepang yang maknanya sama (kun'yomi). 食 dibaca "shoku" di 食堂 (kantin) tapi "ta" di 食べる (makan). Keduanya benar; katanya yang menentukan.

Karena itu jangan belajar kanji sebagai aksara lepas dengan daftar bacaannya — itu jalan menuju putus asa. Belajarlah kata utuh: 食べる taberu, 食堂 shokudou. Bacaannya menempel pada kata dengan sendirinya, tanpa pernah menghafal tabel.

Soal jumlah: orang Jepang dewasa memakai sekitar dua ribu kanji, tapi N5 hanya menuntut sekitar seratus, dan kosakata di situs ini memperkenalkannya sedikit demi sedikit lewat kata. Aksara ke seratus jauh lebih mudah daripada yang ke sepuluh — komponennya mulai berulang, persis seperti pengalaman pembelajar hanzi.

Lihat 食べる — kanji dan kana dalam satu kata →